Strategi Optimalisasi Dana Perusahaan: Maksimalkan Profit & Likuiditas
Optimalisasi Dana Mengendap menjadi “Profit Opportunity”
Oleh : Charly Hutahaean.
“Profitability comes from efficiency.”
- Warren Buffet –
Dalam era transformasi digital yang masif saat ini telah menggeser paradigma serta pola transaksi keungan yang menuntut aspek seamless dan interopability sebagai standar utama. Kehadiran konsep teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi lintas perangkat dan platform tanpa hambatan teknis serta menciptakan aliran transaksi finansial yang real time.
Melihat masifnya kebutuhan dan volume transaksi pembayaran membuat banyak Perusahaan rintisan (start up) tumbuh pesat dan sebagai leader utama yang memberikan layanan jasa pembayaran. Banyak start up mulai melahirkan sektor ekonomi baru sebagai Perusahaan yang bergerak di dalam layanan jasa transaksi pembayaran baik sebagai payment aggregator maupun payment gateway. Pesatnya pertumbuhan dan business opportunity membuat Perusahaan konvensional juga beradaptasi dengan membentuk bisnis yang juga berfungsi sebagai jasa pembayaran Dimana Perusahaan tersebut telah memiliki jaringan yang luas dan ekosistem kuat.
Sebagai Langkah antisipasi dan perlindungan terhadapa seluruh stakeholder serta ekosistem transaksi keuangan berbasis teknologi ini, Bank Indonesia juga telah menerbitkan regulasi melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 23/6/PBI/2021 tetang Penyedia Jasa Pembayaran.
Dalam studi kasus (case study) kali ini menganalisa satu Perusahaan Jasa pengiriman terbesar di Indonesia yang telah memiliki ratusan bahkan ribuan cabang di Indonesia. Perusahaan tersebut memiliki salah satu lini bisnis yang bergerak di bidang jasa layanan pembayaran elektronik yang menghubungkan antara konsumer dengan segenap mitra (pembeli-penjual).
Dimana model bisnis dijalankan berupa perusahaan bertindak sebagai middle partner, menerima dana dari Masyarakat (konsumen), memprosesnya, dan meneruskan dana tersebut kepada mitra institusi. Skala transaksi harian pada beberapa entitas telah mencapai kisaran Rp100 miliar per hari.
Pada umumnya, dana yang masuk akan mengendap selama satu hari untuk proses rekonsiliasi sebelum didistribusikan (disbursement) ke mitra penerima pada hari berikutnya. Kondisi pengendapan dana satu malam kadang membuat internal Perusahaan tidak terlalu focus dalam optimalisasi penambahan bunga (yield) yang memungkinkan untuk di dapatkan. Hal itu bisa terjadi dikarenakan minimnya informasi maupun pemahaman atas bisnis perbankan.
Asumsi skema bunga giro ataupun Tabungan bank pada umumnya, bank biasanya mengenakan atau memberikan bunga pada tingkat normal atas dana yang ditempatkan. Perusahaan kemudian memperoleh selisih (interest spread) sesuai kesepakatan kerja sama yang berlaku.
Pada skala tahunan, bahkan perbedaan kecil pada tingkat bunga dapat menghasilkan dampak material terhadap profitabilitas.
Pertanyaannya bukan lagi apakah dana tersebut menghasilkan bunga.
Pertanyaannya ialah apakah struktur saat ini sudah optimal?
Skema Bunga Overnight : Skema yang bisa dioptimalkan.
Dalam ekosistem perbankan, terdapat mekanisme suku bunga harian atau overnight rate yang lazim digunakan untuk penempatan dana jangka sangat pendek. Instrumen ini dirancang untuk likuiditas, bukan investasi jangka panjang.
Dalam konteks volume transaksi Rp100 miliar per hari, pendekatan pengelolaan dana satu malam dapat membuka beberapa alternatif struktur, di antaranya :
• Negosiasi tingkat bunga khusus berbasis volume agregat
• Skema tiered interest berdasarkan saldo rata-rata harian
• Pengaturan fasilitas rekening terpisah untuk optimalisasi yield
• Integrasi fasilitas likuiditas tanpa mengganggu SLA disbursement.
Yang menarik, optimalisasi di level ini sering kali tidak memerlukan perubahan model bisnis besar. Ia berada di wilayah struktur, negosiasi, serta desain arsitektur keuangan.
Dari Interest Spread ke Strategic Float Management
Dana mengendap sehari sering diperlakukan sebagai konsekuensi operasional. Padahal dalam skala besar, ia adalah float atau Aset likuid yang memiliki nilai ekonomi.
Jika dikelola dengan pendekatan float management yang disiplin, dampaknya bukan hanya tambahan pendapatan bunga. Beberapa organisasi bahkan memanfaatkannya untuk:
• Meningkatkan daya tawar terhadap bank mitra
• Menciptakan skema insentif bagi pengguna platform
• Mengembangkan proposisi nilai baru tanpa menambah risiko signifikan
Namun optimalisasi seperti ini memerlukan desain tata kelola yang tepat. Pengelolaan dana publik atau dana titipan mitra menuntut disiplin risiko, kepatuhan, dan transparansi yang tidak bisa dinegosiasikan.
Peluang Profitabilitas yang Tersembunyi
Dalam banyak kasus, peluang peningkatan profitabilitas bukan berasal dari ekspansi agresif, melainkan dari penyempurnaan struktur yang sudah ada. Pada volume Rp100 miliar per hari, bahkan peningkatan kecil pada yield efektif dapat berdampak signifikan secara tahunan. Dan ketika volume bertumbuh, efeknya menjadi eksponensial.
Namun optimasi semacam ini tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan finansial semata. Ia memerlukan kombinasi:
• Pemahaman struktur perbankan
• Negosiasi kontraktual
• Manajemen risiko likuiditas
• Desain tata kelola yang kredibel.
Dan yang paling penting: keberanian untuk melihat model yang sudah berjalan baik sebagai sesuatu yang masih bisa ditingkatkan.
Dengan menempatkan dana Rp100 Miliar pada produk Treasury dibandingkan Giro biasa, perusahaan mendapatkan tambahan pendapatan bersih sebesar +/- Rp2 juta per malam. Secara persentase, optimasi ini meningkatkan yield sebesar 50% tanpa menambah durasi pengendapan dana. Jika tidak dipertimbangkan dan ditindaklanjuti, secara langsung sebenarnya Perusahaan mengalami kerugian potensi pendapatan.
Layanan jasa Keuangan dalam perusahaan seperti memiliki karakter unik: volume besar, margin tipis, dan sensitivitas reputasi tinggi. Dalam lanskap seperti ini, pengelolaan dana mengendap bukan sekadar isu teknis.
Bagi perusahaan yang siap meninjau ulang arsitektur keuangan mereka, pertanyaannya sederhana:
Apakah dana satu malam hanya berlalu begitu saja, atau telah bekerja secara optimal?
Jika Anda ingin mengeksplorasi potensi nilai tersembunyi dalam struktur transaksi harian organisasi Anda, tim Sahita terbuka untuk diskusi lebih lanjut melalui sahita.id.
Call : +62 818 0494 4048